LEBONG, WARGABENGKULU.COM – Gula aren dari Kelurahan Mubai, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, mulai dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Melalui Program PLN BERGEMA (Bergerak dan Bertumbuh Bersama UMKM), PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan (UIP Sumbagsel) mendorong UMKM Lebong Berdaya memperluas inovasi produk sekaligus memperkuat pengelolaan usaha.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Sepanjang Agustus 2026, UMKM Gula Aren Mubai mencatat penjualan 154 produk dengan omzet mencapai Rp4.275.000.
Capaian ini menjadi modal awal bagi kelompok usaha tersebut untuk mengembangkan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan anggotanya.
Produk yang terjual terdiri atas 75 kemasan gula semut jahe, 45 kemasan gula semut original, serta 34 botol gula aren cair.
Ketiga produk tersebut dikembangkan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal yang selama ini diolah masyarakat.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah gula aren cair.
Produk ini menawarkan kepraktisan dalam penggunaan sebagai pemanis makanan dan minuman, sehingga diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM Gula Aren Mubai agar tidak hanya mengandalkan produk tradisional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar.
Dukungan PLN UIP Sumbagsel tidak hanya menyasar pengembangan produk.
Penguatan kapasitas usaha juga dilakukan melalui pelatihan penghitungan harga pokok produksi (HPP). Pelatihan ini bertujuan membantu pelaku UMKM memahami biaya produksi secara lebih terukur sehingga dapat menentukan harga jual yang tepat dan menjaga keberlanjutan usaha.
Dari sisi fasilitas, PLN turut mendukung pembangunan rumah produksi agar proses pengolahan gula aren berlangsung lebih nyaman dan tertata.
Kelompok usaha juga mendapatkan peralatan pendukung, mulai dari perlengkapan persiapan bahan, pengolahan hingga pengemasan produk.
Lurah Mubai, Linda Barara, S.E., mengatakan gula aren merupakan salah satu potensi unggulan masyarakat yang perlu dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi dan pengelolaan usaha yang lebih baik.
“Masyarakat Mubai telah memiliki keterampilan dalam mengolah gula aren. Melalui Program PLN BERGEMA, pelaku UMKM memperoleh dukungan yang lebih lengkap, mulai dari fasilitas produksi, peralatan dan pelatihan hingga pengembangan produk serta kemasan. Kami mengapresiasi PLN UIP Sumbagsel yang telah membantu potensi lokal ini berkembang menjadi usaha yang lebih bernilai,” ujar Linda.
Menurut Linda, kehadiran produk gula aren cair menjadi peluang baru bagi UMKM Lebong Berdaya untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan yang beragam.
Penjualan yang tercatat pada Agustus 2026 juga diharapkan menjadi motivasi bagi kelompok untuk menjaga konsistensi produksi dan meningkatkan pemasaran.
“Kehadiran gula aren cair menunjukkan bahwa kelompok terus belajar dan berinovasi. Capaian penjualan pada Agustus juga menjadi penyemangat untuk menjaga konsistensi produksi. Kami berharap produk gula aren Mubai semakin dikenal serta mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok,” katanya.
General Manager PLN UIP Sumbagsel, Zaky Adikta, menyampaikan bahwa Program PLN BERGEMA dirancang untuk memperkuat UMKM secara menyeluruh, bukan sekadar memberikan bantuan peralatan.
“Program ini menghubungkan peningkatan keterampilan, penyediaan fasilitas produksi, pengembangan inovasi produk, pembenahan kemasan dan pemenuhan legalitas. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi usaha sehingga UMKM Lebong Berdaya mampu meningkatkan penjualan serta tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Zaky.
Melalui program ini, potensi gula aren di Kelurahan Mubai diharapkan semakin berkembang menjadi sumber penghasilan masyarakat.
Penguatan kualitas produk, pengelolaan biaya, fasilitas produksi dan inovasi menjadi langkah penting agar UMKM lokal mampu memperluas pasar serta meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
