Seputar Bengkulu

RS Unib Ditargetkan Beroperasi 2028, Siapkan 120 Bed

Redaksi Diperbarui 19:18 2 menit membaca
Ukuran Teks:

BENGKULU, WARGABENGKULU.COM – Rumah Sakit Universitas Bengkulu (Unib) ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Untuk mengejar target tersebut, Unib memacu pemenuhan fasilitas dan peralatan medis yang ditargetkan rampung pada 2027, sekaligus menyiapkan dokumen perizinan agar pelayanan kesehatan bisa segera dibuka.

Pada tahap awal, rumah sakit milik Unib ini dirancang memiliki kapasitas 120 tempat tidur.

Fasilitasnya juga akan dilengkapi Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta sedikitnya tiga poli dasar sebagai bagian dari persyaratan perizinan operasional rumah sakit.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengusulkan kebutuhan anggaran untuk pengadaan berbagai fasilitas dan peralatan yang diperlukan.

“Kalau 2027 datang semua, maka 2028 kita akan usulkan untuk operasional. Mohon doanya,” kata Indra.

Menurutnya, pemenuhan fasilitas menjadi tahapan penting sebelum rumah sakit dapat mengajukan izin operasional.

Karena itu, Unib berupaya memastikan seluruh kebutuhan tersebut dapat dipenuhi sesuai jadwal yang telah direncanakan.

“Targetnya itu 120 tempat tidur. Dan didukung juga dengan fasilitas IGD,” ujarnya.

Tak ingin proses perizinan justru menghambat target pembukaan rumah sakit, Unib mulai menyusun dokumen persyaratan secara paralel dengan rencana pengadaan fasilitas.

Dengan demikian, ketika seluruh peralatan tersedia, dokumen perizinan diharapkan sudah siap untuk diajukan.

“Kita sudah komunikasi dengan Dinkes Kota. Tetapi ini paralel, dokumen izin kita susun berdasarkan rencana pengadaan. Sehingga nanti kalau pengadaannya sudah, dokumennya juga siap,” jelasnya.

Unib juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu untuk mematangkan persiapan pendirian dan operasional rumah sakit tersebut.

Langkah ini dilakukan agar proses administrasi dan pemenuhan persyaratan dapat berjalan beriringan, sehingga tidak menimbulkan jeda panjang setelah fasilitas selesai disiapkan.

Dari sisi sumber daya manusia (SDM), Indra menjelaskan bahwa status Unib sebagai badan layanan umum (BLU) memberikan ruang untuk merekrut tenaga profesional non-ASN sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, perekrutan tenaga medis dan tenaga profesional lainnya akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas, kapasitas 120 tempat tidur, serta cakupan pelayanan yang akan diberikan.

Jika kebutuhan anggaran dan pengadaan fasilitas dapat direalisasikan sesuai rencana pada 2027, Unib akan melanjutkan tahapan perizinan untuk mengejar target operasional pada 2028.

Dengan begitu, rumah sakit ini diharapkan dapat segera memberikan pelayanan kesehatan setelah seluruh persyaratan terpenuhi.

Tinggalkan komentar