Seputar Bengkulu

Progres 90 Persen, Garbarata Bandara Bengkulu Dibidik Beroperasi Januari 2027

Redaksi Diterbitkan 21:28 3 menit membaca
Ukuran Teks:

BENGKULU, WARGABENGKULU.COM – Masyarakat Bengkulu tak perlu menunggu terlalu lama untuk menikmati layanan garbarata di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.

Fasilitas yang dinantikan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang tersebut ditargetkan mulai beroperasi paling lambat akhir Januari 2027.

Saat ini, pembangunan terminal tahap pertama bandara telah mencapai sekitar 85 hingga 90 persen.

PT Angkasa Pura Indonesia menargetkan pekerjaan fisik bangunan rampung pada akhir Desember 2026, sebelum dilanjutkan dengan proses perizinan dan persiapan operasional.

Target tersebut disampaikan General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, saat berdialog dengan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dan Anggota DPD RI apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., melalui siaran langsung TikTok dalam agenda apel sosial, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Pembangunan garbarata menjadi perhatian masyarakat karena fasilitas ini diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan di bandara kebanggaan masyarakat Bengkulu tersebut.

Dengan garbarata, proses naik dan turun penumpang dapat dilakukan melalui jalur penghubung langsung antara terminal dan pesawat.

Trisna menjelaskan, penyelesaian garbarata menjadi salah satu prioritas pekerjaan saat ini.

Meskipun kontrak adendum kedua berakhir pada 13 Februari 2027, pihak pelaksana, PT Brantas, telah menyatakan komitmen untuk menuntaskan pekerjaan fisik pada akhir Desember 2026.

Setelah pembangunan fisik selesai, manajemen bandara akan melanjutkan proses perizinan dan memenuhi persyaratan teknis sebelum fasilitas tersebut dioperasikan.

Tahapan ini diperlukan untuk memastikan terminal, garbarata, dan fasilitas pendukung lainnya memenuhi ketentuan operasional penerbangan.

Persiapan pengoperasian garbarata tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian bangunan.

Pihak bandara juga melakukan pengukuran dan penataan ulang posisi parkir pesawat agar sesuai dengan konfigurasi fasilitas baru.

Kesiapan peralatan pendukung turut menjadi perhatian, salah satunya pushback car, kendaraan khusus yang digunakan untuk mendorong pesawat mundur dari posisi parkir sebelum bergerak menuju landasan.

Menurut Trisna, pihak bandara telah berkoordinasi dengan penyedia layanan terkait agar peralatan tersebut tersedia saat garbarata mulai dioperasikan.

Berbagai persiapan tersebut dilakukan agar fasilitas baru tidak hanya selesai dibangun, tetapi juga siap digunakan untuk mendukung kelancaran pelayanan penerbangan.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyambut baik perkembangan pembangunan terminal dan garbarata Bandara Fatmawati Soekarno.

Ia berharap pekerjaan berjalan lancar sehingga target penyelesaian dan pengoperasian fasilitas tersebut dapat terealisasi.

“Tekadnya sudah ada, niatnya sudah ada, progresnya sudah ada. Kita doakan agar dimudahkan,” kata Helmi.

Helmi juga menegaskan bahwa apel sosial menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi sekaligus merespons pertanyaan, masukan, dan kritik masyarakat.

Melalui forum tersebut, aspirasi warga dapat diteruskan kepada organisasi perangkat daerah maupun instansi teknis yang berwenang.

Sementara itu, manajemen Bandara Fatmawati Soekarno mengharapkan dukungan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bengkulu agar pembangunan serta persiapan operasional berjalan lancar.

Jika target tersebut terealisasi, terminal baru dan garbarata diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus memperkuat pelayanan transportasi udara di Provinsi Bengkulu.

Pekerjaan fisik ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026, sedangkan pengoperasian fasilitas baru tersebut ditargetkan paling lambat akhir Januari 2027.

Tinggalkan komentar