BENGKULU, WARGABENGKULU.COM – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamuddin mendorong Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melahirkan program strategis yang mampu meningkatkan kapasitas, kesejahteraan, dan profesionalisme perawat di Indonesia.
Menurut Sultan, Musyawarah Nasional (Munas) XI PPNI tidak boleh hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan organisasi.
Lebih dari itu, munas harus menjadi momentum untuk merumuskan langkah konkret agar profesi perawat semakin berkembang dan mendapatkan perhatian yang layak.
“Pastikan bahwa munas ini melahirkan gagasan, ide program yang ke depan itu memang membuat organisasi keperawatan makin eksis dan membuat perawat kita sendiri pertama naik kelas, kedua memang perawat makin hari makin diperhatikan,” kata Sultan saat menghadiri Munas XI PPNI di Bengkulu, Jumat, 9 Oktober 2026.
Ia menegaskan, penguatan profesi keperawatan juga membutuhkan dukungan dari sisi kebijakan dan regulasi.
Karena itu, parlemen, termasuk DPD RI, memiliki tanggung jawab untuk mendorong hadirnya kebijakan yang mendukung perkembangan organisasi keperawatan dan meningkatkan perhatian terhadap para perawat.
Menurut Sultan, peningkatan kapasitas perawat harus berjalan seiring dengan penguatan organisasi.
Dengan begitu, PPNI tidak hanya menjadi wadah berhimpun bagi para perawat, tetapi juga mampu memperjuangkan kepentingan profesi dan anggotanya secara berkelanjutan.
Munas XI PPNI di Bengkulu diikuti sekitar 1.500 peserta dari 34 provinsi.
Forum tersebut mengagendakan pemilihan ketua umum PPNI periode 2026–2031 sekaligus pembahasan program kerja organisasi ke depan.
Ketua PPNI Provinsi Bengkulu Fauzan Adriansah mengatakan, munas menjadi ruang untuk memperkuat sinergi organisasi keperawatan dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Pembahasan juga diarahkan pada peningkatan kapasitas serta kesejahteraan perawat.
Di sisi lain, Sultan mengapresiasi keputusan PPNI yang memilih Bengkulu sebagai tuan rumah munas.
Menurut dia, kegiatan berskala nasional tersebut membuka kesempatan bagi peserta dari berbagai daerah untuk mengenal lebih dekat sejarah, budaya, kuliner, dan potensi pariwisata Bengkulu.
“Saya memberikan apresiasi bagi kawan-kawan dari timur (Indonesia) yang rencananya munas dilangsungkan di sana, tetapi akhirnya memberikan kesempatan munas berlangsung di Bengkulu,” ujarnya.
Ia menilai, sejarah Bengkulu memiliki nilai penting yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Kehadiran peserta dari berbagai provinsi dalam munas tersebut menjadi salah satu kesempatan untuk memperluas pengenalan terhadap daerah berjuluk Bumi Merah Putih itu.
Selain menghadiri agenda organisasi keperawatan, Sultan juga menegaskan komitmennya memperjuangkan perluasan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Bengkulu melalui program beasiswa.
Ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan kementerian terkait untuk mengupayakan penambahan kuota bantuan pendidikan.
Upaya tersebut, kata dia, akan terus dilanjutkan agar semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.
“Ke depan saya akan tambah lagi sebanyak-banyaknya agar mahasiswa-mahasiswa Bengkulu betul-betul bisa berkuliah dengan tenang, fokus, dan tanpa harus berpikir tentang biaya,” tutupnya.
